002. Al Baqarah ayat 2

Tafsir Hidaytul Insan - Ustadz Abu Yahya Marwan Hadidi bin Musa hafidzahullahu ta'ala
TafsirAl-Baqarah (2) ayat 2

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَـٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
2. Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa

Al kitab ٱلْكِتَـٰبُ : Allah Ta'ala menamakan Al Qur'an dengan Al Kitab berarti "yang ditulis," sebagai isyarat bahwa Al Quran diperintahkan untuk ditulis.

Tidak ada keraguan لَا رَيْبَ : Yakni tidak ada keraguan bahwa ia berasal dari Allah Ta'ala 
(lihat As Sajdah: 2), 
تَنزِيلُ ٱلْكِتَـٰبِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
Turunnya Alquran itu tidak ada keraguan padanya, (yaitu) dari Tuhan seluruh alam.
sehingga tidak benar masih meragukannya karena jelas sekali buktinya. Sebagian mufassir berpendapat, bahwa ayat ini meskipun susunannya khabar (berita), namun maknanya adalah larangan, yakni larangan meragukannya.

bagi mereka yang bertakwa  لِّلْمُتَّقِينَ : Orang-orang yang bertakwa mengambil manfaat darinya, menjadikannya sebagai petunjuk dan ilmu yang bermanfaat serta membuat mereka dapat beramal saleh.

Mereka memperoleh dua hidayah; hidayah irsyad (ilmu/petunjuk) dan hidayah taufiq (bisa beramal). Al Qur’an meskipun sesungguhnya petunjuk bagi semua manusia, namun hanya orang-orang yang bertakwa yang mau mengambilnya sebagai petunjuk dan cahaya serta melaksanakan isinya, sehingga disebutkan mereka secara khusus.

Menurut Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dan beberapa orang sahabat, maksud “Hudal lil muttaqiin” adalah cahaya bagi orang-orang yang bertakwa.

Al Baghawi berkata, “Petunjuk bagi orang-orang yang beriman.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, "Makna-makna Al Quran tidak dapat diresapi kecuali oleh hati yang suci yaitu hati orang-orang yang bertakwa." (Fatawa Ibni Taimiyah 13/254)

Takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja. 

Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu pernah bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang takwa, maka Ubay menjawab, “Tidak pernahkah engkau menempuh sebuah jalan yang berduri?” Umar menjawab, “Pernah.” Ubay bertanya, “Lalu apa yang kamu lakukan?” Umar menjawab, “Aku menyingsingkan lengan bajuku (berhati-hati) dan aku bersungguh-sungguh.” Ubay berkata, “Itulah takwa.”

Thalq bin Habib berkata, "Apabila terjadi fitnah maka padamkanlah dengan takwa." Orang-orang bertanya, "Apa itu takwa? Dia menjawab, "Yaitu engkau mengerjakan ketaatan kepada Allah di atas cahaya dari-Nya sambil mengharapkan pahala-Nya, dan engkau meninggalkan maksiat kepada Allah di atas cahaya dari-Nya seraya takut kepada hukuman-Nya." (Bada'iul Fawaid 2/96)

Kata huda (petunjuk) pada ayat di atas adalah umum, yakni bahwa Al Qur'an merupakan petunjuk terhadap semua maslahat di dunia dan akhirat, ia merupakan pembimbing manusia dalam masalah ushul (pokok seperti keyakinan) maupun furu' (cabang), menerangkan yang hak dan menerangkan kepada mereka jalan yang dapat memberikan manfaat di dunia dan akhirat.

Dalam ayat di atas terdapat dorongan untuk mengambil hidayah dari Al Qur’anul Karim, demikian pula terdapat penjelasan tentang keutamaan takwa dan orang-orang yang bertakwa.

Faedah:
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Tidak termasuk syarat orang-orang yang bertakwa dan semisalnya harus tidak jatuh ke dalam dosa dan bersih dari kesalahan dan dosa. Karena jika syaratnya demikian, maka tidak ada di tengah umat ini seorang yang bertakwa. Bahkan orang yang bertaubat dari dosanya juga masuk ke dalam orang-orang yang bertakwa dan orang yang melakukan perbuatan yang menghapuskan kesalahan juga termasuk orang-orang yang bertakwa sebagaimana
firman Allah Ta'ala,

إِن تَجْتَنِبُوا۟ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا كَرِيمًا

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). An-Nisa:31

(Minhajus Sunnah An Nabawiyyah 7/58)

Wallahu 'alam
Sumber EBook Tafsir Al Qur'an Minnatur Rahman (Pelengkap Tafsir Hidayatul Insan)