079. An Naziat ayat 1-5

Surah An Naazi’aat (Malaikat Yang Mencabut Nyawa)

Surah ke-79. 46 ayat. Makkiyyah

Di antara kandungan surah ini adalah menakut-nakuti mereka yang mendustakan kebangkitan dan pembalasan terhadap amal dengan menceritakan peristiwa yang terjadi ketika kematian datang, saat terjadi hari Kiamat dan kebangkitan, dan saat manusia dikumpulkan di padang mahsyar.

 بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Ayat 1-5: Sumpah dengan para malaikat untuk menegaskan bahwa hari Kiamat adalah benar.

 وَٱلنَّـٰزِعَـٰتِ غَرْقًا

1. Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras.

Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa), Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengan para malaikat yang mulia dan perbuatan mereka yang menunjukkan sempurnanya ketundukan mereka kepada perintah Allah dan segeranya mereka melaksanakan perintah-Nya. Isi sumpahnya menetapkan kebangkitan dan pembalasan berdasarkan disebutkannya keadaan hari Kiamat setelahnya.

dengan keras, Yaitu ketika mencabut nyawa orang-orang kafir. Hal itu, karena malaikat saat mencabut nyawa orang kafir, maka ia memanggil ruhnya dengan panggilan yang buruk seraya mengatakan ‘wahai jiwa yang busuk! Keluarlah menuju kemurkaan Allah,’ maka ruhnya berusaha menghindar dan tidak mau keluar sehingga malaikat maut mencabutnya dengan keras

وَٱلنَّـٰشِطَـٰتِ نَشْطًا

2. Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut.

dengan lemah lembut Yaitu ketika mencabut nyawa orang-orang mukmin. Hal itu, karena malaikat saat mencabut nyawa orang mukmin, maka ia memanggil ruhnya dengan panggilan yang lembut seraya mengatakan ‘wahai jiwa yang tenang! Keluarlah menuju keridhaan Allah,’ maka ruhnya keluar dengan mudah sehingga malaikat maut mencabutnya dengan lemah lembut.

Dari Ubadah bin Ash Shamit, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Beliau bersabda,

مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ، وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ

“Barang siapa yang senang berjumpa dengan Allah, maka Allah akan suka berjumpa dengannya, dan barang siapa yang tidak suka berjumpa dengan Allah, maka Allah tidak suka berjumpa dengannya.”

Lalu Aisyah berkata, “Namun kami tidak suka dengan kematian.”

Maka Beliau bersabda,

ليس ذاك، ولكن المؤمن إذا حضره الموت بشر برضوان الله وكرامته، فليس شيء أحب إليه مما أمامه، فَأَحِبَّ لِقَاءَ اللَّهَ وَأَحِبُّ اللَّهَ ب الله لقاءه، وإنَّ الكافر إذا حضر بشر بعذاب الله وعقوبته، فَلَيسَ شَيء أكره
الله إليه مما أمامه، كره لقاء الله وكَرِهِ الله لقاءه

"Bukan itu maksudnya. Akan tetapi orang mukmin saat kedatangan maut, maka ia akan diberi kabar gembira dengan keridhaan dan kemuliaan dari-Nya, maka ketika itu tidak ada yang lebih diinginkan daripada apa yang ada di hadapannya, maka ia senang berjumpa dengan Allah, dan Allah pun senang berjumpa dengannya. Adapun orang kafir, saat kedatangan maut, maka diberi kabar gembira dengan azab Allah dan hukuman-Nya sehingga tidak ada sesuatu yang paling dibencinya daripada apa yang ada di hadapannya, ia pun tidak suka berjumpa dengan Allah, dan Allah pun tidak suka berjumpa dengannya.” (Hr. Bukhari dan Muslim)

وَٱلسَّـٰبِحَـٰتِ سَبْحًا

3. Demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,



فَٱلسَّـٰبِقَـٰتِ سَبْقًا

4. dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang,

فَٱلْمُدَبِّرَٰتِ أَمْرًا

5. dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia).