001. Al Fatihah ayat 1

Tafsir Hidaytul Insan - Ustadz Abu Yahya Marwan Hadidi bin Musa hafidzahullahu ta'ala

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 
1. Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Lagi Maha Penyayang

Maksudnya, "Saya memulai membaca surat Al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah sambil memohon pertolongan kepada-Nya agar dapat membaca firman-Nya, memahami maknanya dan dapat mengambilnya sebagai petunjuk."

Susunan jar-majrur (ada huruf yang menyuruh kasrah dan ada kata yang dikasrahkan) pada kalimat basmalah di atas menunjukkan kalimat yang tersembunyi yang sesuai dengan keadaan orang yang membaca basmalah. 

Jika seorang yang hendak membaca Al Qur’an membaca basmalah, maka kalimat yang tersembunyi adalah dengan menyebut nama Allah ‘saya membaca Al Qur’an’. 

Jika seorang menulis dan membaca basmalah, maka maka kalimat yang tersembunyi adalah dengan menyebut nama Allah ‘saya menulis’, dst.

Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut nama Allah, seperti berwudhu’, mandi, makan, minum, menyembelih hewan, berburu, menaiki kendaraan, meruqyah, membaca Al Qur'an di awal surat, masuk dan keluar masjid, mengunci pintu dan menutup wadah air, masuk dan keluar rumah, menulis surat, pada saat dzikr pagi dan petang, berjima’ dan sebagainya. 

Pengucapan basmalah ini di antara tujuannya adalah untuk mengambil berkah dan agar pekerjaan yang dilakukan sempurna dan diterima.

Allah adalah nama Dzat Yang Mahasuci, yang satu-satunya berhak disembah dengan sebenarnya disertai rasa cinta, takut dan berharap kepada-Nya, Dzat yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tetapi makhluk yang membutuhkan-Nya.

Ada yang mengatakan, bahwa Allah adalah Al Ismul A’zham (Nama Yang Paling Agung), karena disifati dengan semua sifat, seperti dalam surat Al Hasyr: 22-24, dimana semua nama merupakan sifat bagi-Nya, dan sebagaimana firman-Nya, “Hanya milik Allah Asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaa-ul husna itu.” (Terj. Qs. Al A’raaf: 180)

Ar Rahmaan (Maha Pemurah) adalah salah satu nama Allah yang memberikan pengertian bahwa Allah memiliki rahmat (kasih-sayang) yang luas mengena kepada semua makhluk-Nya, sedangkan

Ar Rahiim artinya Allah Maha Penyayang kepada orang-orang mukmin.
Al ‘Azramiy (sebagaimana disebutkan Ibnu Jarir Ath Thabari) berkata, “Ar Rahman adalah kepada semua makhluk. Ar Rahiim adalah kepada orang-orang mukmin.”  Kepada orang-orang mukmin itu diberikan-Nya rahmat yang mutlak, selain mereka hanya memperperoleh sebagian daripadanya.

Ada pula yang mengatakan, bahwa Ar Rahman adalah Dzat Yang Memiliki rahmat yang luas, sedangkan Ar Rahiim adalah Dzat yang menyampaikan rahmat kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki.

Basmalah artinya mengucapkan Bismillahirrahmaanirrahim, yang artinya dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Adapun
tasmiyah, artinya mengucapkan Bismillah (artinya: dengan nama Allah).

Wallahu 'alam

Sumber EBook Tafsir Al Qur'an Minnatur Rahman (Pelengkap Tafsir Hidayatul Insan)
TerlamaLebih baru